Ruang Cerita Tumik

Rumah Cerita, Ruang Berbagi Rasa

Archive for Juli 23rd, 2008

Awas Jadi Korban Iklan..

with 2 comments


Hari ini orang-orang sekitar kosku berbondong ke Tempat Pemungutan Sengsara Suara yang terletak tidak begitu jauh dari kosku juga. Mereka memilih pilihan mereka. Sementara aku, mendekam di Kos, mengamati anak-anak yang bermain layangan di bawah sana. Hm, semestinya aku juga pulang kampung, menggunakan hak pilihku untuk memilih mereka. Tapi, untunglah aku tidak pulang. Aku tidak akan memilih siapa-siapa, karena mereka juga tidak akan memberiku apa-apa.

Apa yang akan diberikan orang-orang itu seandainya aku pilih mereka? Mau menyekolahkan aku kah? Melindungi segenap hak hidup yang mestinya aku nikmati kah? Ah, aku ragu. Membayar hutang biaya kampanye mereka saja aku yakin mereka tidak bisa kok, apalagi menghidupi sedemikian banyak orang yang sudah dijanjikannya. Bukan tanpa alasan, Golput juga adalah pilihan. Terserah apa yang dibilang orang, tetapi Golput bagiku termasuk hak pilih seseorang untuk tidak memilih apapun.

Aku makin seneng ngeliat para Golputers setelah dapat info kemarin, bahwa iklan besar-besaran yang dilakukan calon penguasa untuk membangun citra adalah arahan gaya, mereka pake jasa Konsultan yang dibayar mahal, milyaran juta. Ini memperlengkap peran mereka yang tak lebih dari Aktor picisan keranjingan main sinetron. Membangun persepsi masyarakat adalah keharusan bagi mereka yang menginginkan kuasa, dan itu cukup menjawab tuntutan kita selama ini. Adakah harapan akan terealisasi jika untuk mencapai kekuasaan itu saja mereka juga bergantung pada para pemodal? Meragukan..

Pantes aja beberapa waktu lalu, ketika salah satu Alumni jurusanku, Kang Uday menyempatkan diri sharing bersama aku dan teman-teman, dengan bangga mengatakan jumlahan juta yang ia dapat dengan pekerjaannya sekarang. Dia menyebut dirinya sebagai Konsultan politik yang tergabung di Foxindonesia. Dia sebutkan beberapa nama orang penting yang baru aku ketahui jelas setelah iklannya muncul di Tivi baru-baru ini. Waktu itu aku belum begitu paham penjelasannya, yang aku tahu dia keliling Indonesia, termasuk mampir ke Malang karena tugasnya memang survey ke belahan bumi Indonesia, dia mengaku tergabung juga dalam Lingkaran Survey Indonesia. Ketika itu dia menggarap proyek Soetrisno Bachir. Ternyata, dunia politik memang bener-bener menggiurkan. Apalagi menjadikannya bisnis. Wuih, dijamin kenyang tujuhratus turunan..

Tidak tanggung-tanggung, biaya yang diperlukan untuk iklan politik ini memang cukup membelalakkan mata, dalam sebulan saja seorang politikus menghabiskan antara 5 sampai 10 miliar untuk biaya iklan, termasuk pencitraan yang memakai jasa Konsultan. Aku jadi agak nyesel, kenapa waktu itu aku tidak bertanya detail pada Kang Uday, tentang LSI atau Foxindonesia lebih jauh lagi. Aku cuman manggut-manggut sok ngerti. Jadi ketika aku baru temukan berita tentang semua itu aku cuman bisa terheran-heran. Ternyata, Kang Uday emang terus terang menyebut bilangan nominal yang diraupnya karena pekerjaannnya sekarang. Mantep bener pokoke.

Sudah meraup milyaran, iklan politik juga tidak memberi pengaruh signifikan pada perubahan yang diinginkan masyarakat. Seperti yang dikatakan Direktur Eksekutif Reform Institute, Yudi Latif di Kompas edisi beberapa hari lalu, bahwa pesan-pesan iklan politik kebanyakan dangkal, serba artifisial dan tidak otentik. Komunikasi politik yang dijalankan juga kosong dan tidak nyambung dengan kebatinan rakyat. Bener banget kan? Yang kita butuhkan itu uang, pekerjaan, pendidikan. Masa yang mereka kasih cuman senyum maksa yang diarahkan Konsultan. Joko Sembung naik Andong, gak nyambung dong..

Bukan hanya itu, selain menggarap pencitraan politikus, Konsultan Politik juga membimbing para calon ini dengan simulasi debat, diskusi atau kiat lain ketika menghadapi publik. Jadi gak jauh beda sama karantina putri kecantikan aja kan? Memang seperti itulah kenyataannya. Jadi buat apa kita harus memilih orang-orang yang sedang berakting itu? Buang waktu saja gak seh?

Waduh, kok tulisannya jadi provokatif gini ya? Gak lah, pilihan tetap ada di tangan semua orang kok. Dan aku lebih memilih jadi Golput aja. Aku gak mau jadi korban iklan. Udah banyak membuang tenaga, waktu dan pikiran memilih mereka ternyata mereka hanya bersandiwara melayani kita sepenuh hati. Padahal kita sudah ikhlas memilihnya dengan kemantapan kalbu, nyatanya mereka juga tega menganggap kita babu. Hu..

Intinya, aku lagi terbayang indah seandainya bisa tergabung di Foxindonesia atau LSI. Bisa keliling nusantara gratis, bisa jadi pengarah gaya politikus, bisa berakting memilih mereka meskipun aku Golputers tulen..

Written by attumic

Juli 23, 2008 at 12:27 pm

Ditulis dalam Tak Berkategori