Taruhlah 5 Cm Tepat Depan Jidatmu!!
Mantapz! Gak da kata lain selain itu untuk buku yang sedari 2005 lalu pengen aku beli. Aku sudah tertarik banget waktu liat sampul itemnya, dengan judul yang cukup absurd, penuh godaan. Singkat, padat dan kenyal. Mak Crot! Hanya saja, waktu ke Gramedia ketika itu, waktu aku sudah mupeng banget dengan memegang bukunya, Mbak Kosku yang mirip Geisha bilang: “Aduh Dek, buku apa ini? kok kamu gak jeli seh kalo milih buku, cermati dulu pengarangya, liat juga penerbitnya,” aku langsung ho’oh aja mengembalikan buku item itu di raknya semula. Jadilah aku beli Kembar Keempatnya Sekar Ayu Asmara sebagai penggantinya, meski cukup bagus, tapi lebih hebat buku item itu. Susah ngejelasinnya..
Semua berawal dari persahabatan Arial, Ian, Riani, Zafran dan Genta. Serasa menceritakan persahabatan dan segenap mimpi gilaku dan para Gankgong, Aku Nisa (situakerdilmentalpembantu), Sang Populis Suwarni Puji Lestari (SPL), Aulia RahmamatiJ, Pinandu (sitebarpesonatakunjunglaku) dan Desy Ayu Pirmasari (singarepemelmabule) Haha..
Masing-masing kami punya mimpi yang dengan cara kami pula, tak berhenti mewujudkannya. SPL misalnya, dia punya mimpi tinggi untuk menjadi Mendiknas RI, sering pula dia pengen gantiin SBY cepet-cepet. Usahanya tidak tanggung-tanggung, sedari awal kuliah dia tanamkan benar keinginan itu, sehingga dia pun melibatkan diri dalam organisasi kampus yang kemudian mengantarkannya menjadi Ketua Senat Mahasiswa Universitas beberapa waktu lalu, karena jabatannya itu, dia nyaris keliling Indonesia gratis. Kemana-mana bo’! difasilitasi kampus lagi. Weleh-weleh, jadi pejabat emang sedap..
Lain lagi dengan Aulia Rahmamati, gadis sedaerah ma aku ini bawaannya kalem (kayaklembu), penampilannya mellow, tetapi garang juga gerakannya. Terbukti, dia berhasil memimpin majalah fakultasnya, bu Pimred gitulah ceritanya. Dia juga punya mimpi yang mulia bener, dengan segala kekayaannya, dia pengen bikin panti asuhan, rumah singgah atau juga perpustakaan umum yang bisa melayani banyak kaum miskin, saking besar simpatinya dengan kaum dhuafa, baru-baru ini dia bahkan pengen mendirikan Aliansi Mahasiswa Anti Miskin (nyambung ga seh?), sebagai Bendahara Senat Mahasiswa kampus, dia terbiasa pegang banyak uang, makanya pengen banget membelanjakan uang itu untuk kepentingan ummat. Mulia juga kalo banyak pejabat kita punya pikiran macam Aul, gak kan ada kunjungan kerja yang cuman ngabisin duit itu, duit negara pasti tersalurkan dengan baik dan benar. Amin..
Untuk temen ku yang ketiga, si Bantet Pinandu, aku gak begitu tahu. Selain cerita baru tentang gebetannya, kata lain yang sering aku dapati dari dia adalah Pusing! Kurang tahu juga apa sebenarnya yang dia pusingkan, mungkin puyeng mikir urusan ummat, karena sebagai Menteri Pendidikan di BEMU, dia pasti tidak bisa sesantai dan semohai aku (simentalpembantu ngeles neh..) Gadis Lampung ini keren juga, sudah banyak dia melanglang ke berbagai belahan Indonesia dengan biaya Kampus. Maklum, pejabat.
Di antara semuanya, mungkin yang bisa dibilang udah berhasil saat ini adalah singarepemelmabule, nilai akademisnya gak bisa dibantah! Wisuda angkatannya kemarin, dia dinyatakan sebagai wisudawan dengan predikat terbaik untuk nilai akademis dan non akademis. Tidak terhitung berapa banyak mimpi yang sudah dia wujudkan, sama halnya dengan SPL, Desy juga udah nyambangin Kakeknya di Istana negara sana. Agustus tahun lalu tepatnya, ketika dia dinobatkan menjadi Mahasiswa Berprestasi Nasional ke-15. sering dia cerita, salah satu impiannya sedari kecil adalah ikut upacara 17 agustus di Istana Negara, dan itu sudah berhasil dirasakannya. Nggak heran juga kalo dia lolos menyisihkan tiga ribu nyawa yang pengen gabung ke tivi one beberapa bulan lalu.
Berkumpul dengan mereka, aku selalu menemukan hidup. Mulai dari nonton film, gila-gilaan di Kamar kumuh pojok tirto gank VII, nyoba minum wine, antipati pada perbincangan seputar cowok, segala obsesi hidup yang harus dicapai sebelum usia kepala tiga. Sungguh sama gilanya dengan persahabatan Genta and the gank. Mimpi-mimpi itu selalu berseliweran, kadang indah benar, sering banget juga tidak masuk akal. Yang pasti kita harus punya mimpi.
Sebagai pemimpi menjadi Social Worker professional, pengikut jejak Bill Dryton dan Butet Manurung, aku selalu membayangkan suatu saat aku berada di tengah lingkaran orang-orang yang sangat membutuhkanku, menyimak dengan cermat segala pendapatku tentang bagaimana perempuan harus menghargai dirinya. Tidak harus selalu menjadi korban ketika terjadi kekerasan psikis maupun sosial. mimpi itu indah benar.
Tidak berhenti di situ, sering juga aku membayangkan seandainya aku bisa dapet beasiswa ke luar, aku belajar banyak tentang community development, aku praktekkan di rumah, mengawali pembenahan bangsa ini. Tuhan, betapa mulianya.
hahaha… baca tulisan ini bikin gua ngakak abis bu… terus berjuang ya… mental babunya di buang jauh2. jangan samapai apa yang dibilang Soekarno juga terjadi pada kita “Bangsa ini memiliki mental kuli”. That’s not for us.
mybeautyindonesia
Desember 29, 2008 at 2:02 am
aduh…, sebagai orang gang 7 no 1 kamar 3, saya kok ngeri ya dibilang kamar…???
tapi tumik, gue salut ke elo.
iya dech, pastinya emang kita WAJIB dan WAJIB sukses. it’s not about the story, but about u, and us. this is real and we will get the star above. lov ya.
SPL
Januari 5, 2009 at 4:05 am
selalu…yah selalu ada pesan yang bisa ditangkap dari setiap hasil tulisan2 mu tumic simanusiajelektapilangka…eh ajarin buka face book dunkz,,,pin dah bikin tapi masih gaptek puol
pien_pien
Januari 7, 2009 at 2:05 am