Ruang Cerita Tumik

Rumah Cerita, Ruang Berbagi Rasa

Archive for Januari 2009

Lagi- Komputerku -Lagi

without comments

Leganya bisa pake komputerku lagi. Sebagai hadiah dari brother ketika itu, sampai saat ini komputerku sudah cukup menguras kantong tipisku. Mulai dari ganti power supply, beli memory, nambah hardisk, ganti casing, sampai hari ini ganti keyboard. Gila bo’! selalu ada saja. Mungkin bener kata temen-temen kos, komputer ini akan selalu error kalo aku gak juga nraktir mereka sebagai bentuk syukurku karena dapat hadiah komputer ini dari brother sekitar berapa tahun lalu ya?Lupa aku..

Tapi kalo menurut analisaku seh, komputer ini emang sengaja marah ma aku, pasalnya aku hanya janji melulu tanpa bukti yang memuaskan komputer ini sebagai partner hidupku. Ya, berulang kali aku berjanji padanya bahwa aku akan bisa terus menulis, entah untuk media massa maupun karya ilmiah gitu. Tapi sampe saat ini, glodagk! Gak da satupun karya yang memuaskan komputer ini, terutama juga aku. Sebenarnya gimana ya, aku sudah berusaha juga seh semampuku, mulai nulis artikel yang aku kerjain asal, sampe yang bener-bener gak bisa tidur siang malam. Nyatanya sampe sekarang cuman satu tulisan aja yang bisa aku nikmati di media massa, itupun di citizen journalismenya Surya. Yah, semua tulisan bisa dimuat kali di sana.
Aku jadi inget resolusiku setahun lalu, ketika semua temen kos merayakan hiruk pikuk tahun baru keluar dengan pasangan masing-masing, aku cuman di kosan dengan segala niat menumpah ruahkan segenap perasaan pada komputerku semata. Jelas-jelas aku tulis, kalo dalam setahun ini aku bakal bikin novel remaja. Yah kisah cinta nyinyir gitulah. Pada dasarnya aku gak begitu peduli seh itu termasuk cerita kacangan, roman picisan or whatever, yang penting aku bisa nulis, itu aja. Tapi pret! Sudah setahun berlalu, hanya ada dua halaman yang sudah aku kasih folder tersendiri sebagai cerpen or novelku. Garing, semua pikiran tentang kisah cinta slompret dan perjuangan hidup sampe SMA ku hanya ngendon dalam pikiran, tak juga mengalir seperti yang aku inginkan.

Bilapun sesekali dapat mengenang segala kemanisan moment itu, ujung-ujungnya aku kembali nganga, terkenang pada kisah cinta taik yang lumayan menguras air mata pada akhirnya.
Ketika itu betapa manisnya, satu-satunya cowok paling keren di sekolahku, dengan dandanan ala Chesternya LP, piercing di lidah, hidung dan dagu terbelahnya, rambut jabrik yang selalu menyembul ketika dia berbasket ria di lapangan sempit SMUku. Dengan kata-kata nan membius hati dia bilang padaku suatu hari, aku adalah anjing tampanmu yang tidak akan pernah berhenti mengagumimu,aku mencintai semua keunikanmu. Tidak pernah ada yang bilang kamu cantik, tapi bagiku pesonamu mengalahkan ratu paling cantik di dunia sekalipun. Hanya dengan tawamu aku merasa segala kesedihanku akan melebur menjadi kebahagiaan yang tidak akan terbeli oleh apapun!
Mual rasanya kalo inget kata-kata itu lagi. Shit! Perempuan sekumuh aku kenapa harus ada juga yang sudi ngegombalin? Apa untungnya coba? Kalo ngegombal sama Luna Maya gitu kan lumayan keren, lebih keren lagi kalo dia bisa jinakin Jessica Alba. Haha..
Apalagi ya tentang komputer ini, mungkin lebih ke niat dan prioritasku saat ini kali ya? Aku pengen segera ngrampungin skripsi, ngerjain dengan serius, sakral dan penuh perjuangan. Tapi sebelum itu, proyek tulisanku juga mesti cepet-cepet kelar, kali aja ntar tulisan duet maut MCW dengan AJI Malang bisa menjadi panduan yang layak diperhitungkan bagi semua kalangan. Amin..
So, gak ada alasan lain selain ngerjain semuanya cepet-cepet. Skripsi harus kelar dalam hitungan tiga bulan, ato kalo bisa kayak Buntel, harusnya kelar satu bulan. Sementara tulisan dengan AJI, aku gak boleh tunda-tunda lagi.

Written by attumic

Januari 29, 2009 at 1:49 am

Ditulis dalam 1

Begadang Lagi

with 2 comments

Untuk kali keberapa ini ya, aku kembali nyoba begadang di warnet. Pengennya seh segera kelarin tugas UAS yang masih tersisa. Setalah itu, aku bisa bernafas agak lega untuk fokus mikir skripsi, yang mau tidak mau harus aku tuntaskan dalam sisa waktu batas akhir beasiswaku. Mikir skripsi, aku pengen ngerjain dengan serius dan total tal! kali ini yang sudah agak mantep di kepala sih, analisis ketidak adilan gender terhadap pekerja perempuan kepala keluarga di dusunku. Meski kemarin ada dosen yang bilang, ga papa aku kerjain yang gampang, semisal tentang penanggulangan korupsi dari perspektif Relawan Anti Korupsi di MCW, biar sambil menyelam minum susu gitulah pertimbangannya. tertarik juga seh, tapi lebih tertarik lagi buat meneliti all about gender, selain ada misi tersendiri untuk mengenalkan kampung terpencilku pada khalayak ramai.

Gak terasa kuliah kok tinggal selangkah lagi, perasaan baru kemarin mikir bisa sampe lulus ga ya kuliahku. Ternyata tinggal selangkah lagi sekarang. Well, sebelum benar-benar dihadapkan pada dosen pembimbing, saat ini aku juga sudah mulai mikir langkah hidup selanjutnya setelah kuliah ini. Aku selalu berdo’a dengan segenap jiwa, semoga keputusan untuk bergabung di MCW adalah salah satu penentu langkah hidupku jauh ke depan. Tidak hanya untuk saat ini saja.

Melakukan  riset, menulis dan memperbanyak jejaring LSM adalah salah satu impian setelah aku tahu prospek kuliahku yang tidak lazim itu:) dan kini setelah semua itu menjadi rutinitasku di MCW aku sangat menikmati benar. Satu ganjalan nyata adalah kegelisahanku tentang materi or finansial. Yah, untuk LSM  seideal MCW, aku tidak bisa mengharap lebih selain ganti transport semata, itu pun jika aku ngantor. Kalo nggak, sama aja aku makan gaji buta. Ada rasa bersalah, rasa malu yang tidak bisa disembunyikan kalau mau nyoba berbohong tentang penggunaan duit atau fasilitas lain yang agak sedikit menyimpang.

Untuk saat ini aku harus yakin, toh memang hanya itu modal hidupku sampe saat ini, bahwa aku pasti bisa “jadi orang” kalo mau serius di MCW, memang tidak bisa mengharap banyak kucuran dana kelayakan dari sana, tapi aku harus pelajari banyak hal lain yang tidak hanya bisa dihitung dengan kalkulasi materi semata.  Aku harus percaya.

Mungkin serupa dengan keyakinan bu Muslimah ketika mengajar para murid  Laskar Pelanginya, atau sama halnya dengan Muhammad Yunus yang mengawali grameen banknya. Yayaya, tidak semua kesuksesan hidup manusia harus dicapai dengan ambisi dan kekuasaan saja kan? Justru semua akan lebih bermakna kalau kita melakukannya dengan penuh perjuangan, spirit dan keyakinan yang tidak boleh terlepas sedikitpun dari kalbu manusia.

Written by attumic

Januari 10, 2009 at 6:29 pm

Ditulis dalam 1

Resolusi Tahun Ini

with 3 comments

Tahun ini aku harus wisuda, tetep nyari jaringan LSM, nerbitin buku:) Amin..

Written by attumic

Januari 1, 2009 at 3:38 am

Ditulis dalam 1