Beberapa waktu lalu saya mendapati berita di media yang mengabarkan akan ditutupnya kawasan dolly, kompleks pelacuran terbesar yang berlokasi di sini, surabaya
Selama di sini, saya baru dua kali main ke kawasan itu. Saking penasaran karena sejak kecil sudah begitu familiar dengan namanya. Ternyata dolly hanya sebuah gang, dengan rumah bordir bertumpukan. Di situlah transaksi seksual banyak dilakukan.
Saya melewati etalase perempuan-perempuan berpakaian mini, bermekap tebal dengan posisi duduk menantang. Banyak laki-laki berlalu lalang di sana. Mulai dari yang berhidung mancung, setengah nanggung sampai yang bermuka rata, haha. Kisaran usianya juga beragam, pun latar belakang mereka. Hanya satu yang pasti sama, mereka adalah para hidung blaster alias belang :p
Prostitusi di Surabaya, sepertinya memang sudah mendarah daging. Terdiri dari banyak lapisan kelas, tarif dan jenis. Mulai dari yang sudah hampir uzur, sampai yang bau kencur. Jangan pernah heran..
Dalam sekali kesempatan, ketika saya pulang pagi dari sebuah acara dan menumpang manis becak yang kebetulan melintas di depan saya, saya dibuat keki oleh pengayuh becak yang kisaran usianya saya taksir di atas limapuluh. Betapa saya dibikin terkejut ketika kakek becak dengan tanpa dosa membuka obrolan seperti ini, kok jam segini sudah pulang Mbak? Saya menyahut kalem, memang mestinya jam berapa harus pulang Pak? Dia menjawab, ya pokoknya nggak sepagi ini, kita cari tempat yuk? Ke Sidokumpul, gimana? Saya terperangah, spontan menatap muka si Bapak. Maksud bapak apa? yang saya dapati hanya senyum-senyum mesum dari bibir tuanya. Seketika saya bayar ongkos, dan minta berhenti meski perjalanan ke kos masih harus saya tempuh pake angkot. Sambil berjalan saya masih bersungut-sungut, seumur-umur saya belum pernah ditaksir lelaki manapun :p, sekalinya ada ternyata tukang becak yang sudah udzur pula. Oh siyaaaallll…
Mengamati transaksi seksual di Surabaya menurut saya kok sama mudahnya dengan mencari obat maag di apotik. Sangat mudah ditemukan dengan harga yang amat terjangkau. Mulai dari yang masih berseragam sampe yang bugil sama sekali. Semuanya ada di sini, silakan pilih, sesuaikan dengan selera, jangan khawatir masalah kantong, yang gratis juga tersedia kok, tergantung bagaimana cara anda mengemas diri
Menutup kawasan dolly, mungkin hanya salah satu alternatif Pemkot Surabaya untuk mengentaskan pelacuran yang masih terus terjadi, tapi bagaimana jika transaksi seksual yang dianggap meresahkan itu tidak hanya berlangsung di dolly? Apakah juga ada upaya yang sudah dilakukan? Terus terang saya belum pernah tahu. Fenomena lain, justru lebih menarik untuk saya amati, dan saya bagi di sini..
Ternyata saya salah beranggapan bahwa pelacuran di Surabaya hanya terjadi di Dolly. Nyatanya, pelacuran memang terjadi hampir di semua penjuru, bisa saja berawal dari teman sekelas, teman sekantor atau bahkan teman sekosan, yang berniat mengenalkan anda dengan laki-laki, mengajak karaokean pada mulanya, lalu tertawa-tawa senang setelah mendapat sedikit uang saku atas perkenalan yang sudah anda fasilitasi.
Semula saya berpikir alangkah jahatnya teman yang menjual temannya, lalu menikmati hasil penjualannya dengan suka-suka, tapi sekali lagi saya salah, karena ternyata teman yang sudah dijual temannya justru berterimakasih pada teman yang menjualnya dengan mengajaknya makan-makan, karaokean, mabok bersama hingga belanja bareng. Whew, apakah prostitusi masih dianggap kejahatan jika ternyata yang dikorbankan justru menginginkan dirinya dijual? Hm..
Kembali ke transaksi seksual, yang saya pikir juga hanya berlangsung di Dolly, no no no! Ternyata mudah sekali transaksi seksual berlangsung, bahkan dengan seseorang yang baru anda kenal ketika anda tidak sengaja bertemu dengannya di sebuah warung makan. Saling lirik, senyum-senyum dikulum, berbasa-basi sebentar, lanjut ke sebuah pub, dan berlangsunglah hal-hal yang diinginkan itu dilakukan.
Jangan lagi berpikir status pasangan yang anda ajak tidur sebab dia juga tidak ambil pusing dengan status yang anda miliki, hanya satu hal yang pasangan tidur anda pikirkan, bagaimana dia mendapat kepuasan dari anda meskipun dia juga belum tahu seberapa tebal kantong yang anda miliki.
Saya tidak cukup tahu dimana saja kantung prostitusi menggejala di Indonesia, bagaimana motif dan modusnya, apakah juga sama dengan di sini. Terbuka, terjangkau dan tersedia dimana saja. Penasaran membuktikan cerita saya? Saya bersedia menjadi guide jika anda butuhkan, tergantung satu hal, wani piro?




ih kakak…
berarti kamu masih menarik d mata lelaki…lanjutkan..hahahahahaha