Saya tidak perlu menunggu momen ulang tahun, atau sehari menjelang berpisah dengan kalian atau momentum lain yang lebih mengharukan untuk mengucap terimakasih dan permohonan maaf. Jika kalian tidak bosan, saya ingin berucap terimakasih setiap hari pada kalian, teman-teman…
Saya memang sentimentil, sering terharu hal-hal kecil, meskipun ketika tertawa saya sering tidak sadar jika suara tawa saya lebih menyeramkan daripada ratu kuntilanak sekalipun, tapi saya sering kecolongan airmata ketika melihat sepasang nenek kakek yang sedang menyeberang jalan bergandengan, atau naik angkutan umum berduaan, bersirobok dengan tatapan kakek yang sangat menjaga nenek. Bagi orang lain mungkin itu tidak penting, tapi saya bisa melelehkan airmata begitu saja menyaksikan pemandangan demikian.
Begitupula ketika saya sedang teringat kalian, teman-teman yang sudah mewarnai perjalanan hidup saya di Surabaya sampai saat ini. Terimakasih tak terhingga untuk kalian..
Apapun ending pertemanan kita nanti, semoga sampai kapanpun kita tidak akan pernah lupa bahwa kita pernah menikmati dunia penuh tawa dengan cara kita. Meskipun ada marah yang menyusup, meskipun kecewa sesekali datang, kejengkelan-kejengkelan kecil yang lama-lama menumpuk, atau bahkan mungkin perasaan lain yang tidak pernah kita kehendaki turut hadir mewarnai pertemanan ini, semoga semua tetap berjalan dengan damai. Sedamai ketika kita bersama, tertawa, ngopi, bermain kartu remi atau sekadar berbagi kesal.
Thanks a lot untuk Sista Indah Rheimelda, yang sudah berbaik hati membaurkan saya dengan kawan-kawannya, Risky Pradikta, laki-laki tampan nan baik hati jika ada maunya :p, Yanuar, Apin Upin Ipin, Yayak, Ayip lebay yang kerap membuat saya terguncang karena tawa, juga Londo. Maturtengkiuh for all..
Saya memang lebay, mengucap terimakasih dengan cara beginian, serasa penyanyi yang baru melaunching album hingga mengucap terimakasih ke berbagai pihak, atau juga mahasiswa yang baru lulus skripsi, yang menyisipkan juga terimakasih dan lembar persembahan untuk para supporternya. Saya memang bukan penyanyi yang sedang merilis lagu, atau juga mahasiswa lulus skripsi, tapi tak apa, saya memang ingin berterimakasih dengan kalian, selagi saya masih bisa membagi rasa ini, selagi saya punya kesempatan, dan lebih dari itu adalah selagi pertemanan kita masih berjalan normal.
Saya sedih membayangkan bagaimana nanti kita berpisah, atau persaudaraan ini tercerai berai karena sesuatu. Sebelum itu terjadi saya harus mengabadikan kebersamaan itu di sini, dalam rumah cerita yang saya miliki.
Terimakasih yang lain, untuk Kancrut dan Arna! Mari tertawa selagi kita bisa..
Lebih baik kita sendiri ketika menangis daripada tidak ada teman saat tertawa.




lupa ngucapin, selamat berpuasa minggu kedua. jangan lupa barter kue lebaran ya ntar?