Archive for the ‘Cercur’ Category
Stolen Generations Mengancam Indonesia
Maaph, barangkali ada yang bisa koreksi tulisan ini, kenapa tidak lolos ke satupun media ya? padahal yang nulis pede banget lo! Yawislah, diposting aja deh.. So, bisa bantu?
Pada Februari lalu, pemerintah Federal Australia meminta maaf kepada penduduk asli Australia -lebih populer dengan sebutan suku aborigin- yang diwakili langsung Kevin Rudd, Perdana Menteri yang menggeser kekuasaan John Howard. Bahkan untuk menguatkan permintaan maafnya, pemerintahan Rudd menetapkan 13 Februari sebagai hari pengutaraan permintaan maaf kepada kaum Aborigin di Parlemen Federal.
Hanya sebuah permintaan maaf dari bibir Sang Menteri, mampu mengobati luka puluhan tahun, derita kaum Aborigin yang selama ini termarginalkan di tanah mereka sendiri. Bagaimana tidak, di tanah mereka lahir mereka justru diperlakukan sangat tidak manusiawi. Anak-anak yang terlahir dari mereka dirampas dengan paksa untuk dipisahkan dengan orang tuanya, menjadi stolen generation atau generasi yang tercerai berai. Mereka dijadikan budak keluarga putih yang sama-sama lahir di tanah kaum Aborigin juga lahir.
Aku Mencoba Hidup
Hal yang sengaja aku hindari dalam hidup sampai saat ini adalah pasang target tinggi. Sumpah! Rasanya bukan aku banget kalau bisa beroptimis ria mencanangkan apa yang aku lakukan setelah apa yang kudapat hari ini. aku sering larut melewati hal-hal yang tidak seharusnya aku lewatkan begitu saja. Pun kesempatan perak ketika aku bikin wordpress ini. Dengan harapan aku bisa menuliskan apapun, siapapun dan bagaimanapun. Tentang kuliahku, jurusanku, dan aku yang masih juga gak laku. hu..
tapi ternyata, rencana tinggal rencana. Sampai bulan keberapa aku masuk, ternyata hanya ada satu curhat basi about me and kasbani saja. Kasbani apa kabar ya?
Mumpung sekarang di kantor koran kampus ini sepi. Minggu yang patut dinikmati, bakal aku jilati seharian ini dengan tulisan garing yang memaksa diri. Well, gak terasa aku sudah mau KKN sekarang, its mean bentar lagi skripsi. Padahal, bikin satu makalah yang minimal sepuluh lembar aja aku masih megap-megap, gimana ntar bikin skripsi ya? Bisa gak aku lulus tepat menghabiskan beasiswa ini. Jangan sampe aku lebih dari delapan semester, bisa-bisa aku tinggal iler.
About me ‘n Kasbani
Aku menuliskan ini ketika BanBan mulai tidur (21.30), tapi ternyata sampai Jam 01.45 WITA ini, aku masih belum juga kelar. Terpotong oleh kegelisahan Bani.
Mengawali pagi di sisa januari ini, tepat ketika galungan di Bali. Aku masih terjaga, menunggu keponakan yang masih gelisah, benar-benar tak nyenyak tidurnya kali ini. Bersabarlah Bani! Tinggal hitungan jam lagi Bunda kan memeluk Bani lagi.
Akhirnya, tiba juga aku dan Kasbani mengakhiri hubungan tidak lazim ini.
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!