Sok Idealis yang Berbuah Manis

Setelah hampir sebulan aku berkorban memaksakan kehendak dan membunuh kemalasan. Berkutat dengan ratusan catatan tindak korupsi pejabat tai kucing di MCW, yang menyuntikkan keprihatinan berkepanjangan.. Akhirnya aku bisa tersenyum agak lega mendapati sms dari beberapa teman KKN kemarin. ternyata kelompok 3, yang notabene adalah kelompokku dinyatakan sebagai kelompok KKN terbaik periode semester ganjil 2008 ini. Tidak cukup banyak yang dihadiahkan atas prestasi ini. Tapi aku sedikit berpuas diri, karena ternyata KKN yang aku tempuh dan sempat aku sesali benar-benar melegakan banyak pihak.

Aku masih inget betul ketika aku berjuang memegang komitmen tidak mau membayar wartawan untuk meliput kegiatan yang diselenggarakan kelompokku. Setengah ngotot meski mendapat sorot agak mencemooh atas sikap sok idealisku, aku hanya diam. Dalam hati aku bertekad membenarkan kekolotan sikapku. Aku pasti bisa melobi media dengan cara yang tidak kampungan. alhamdulillah jadi dimuat dan tanpa bayar. Wuih leganya…

Iklan

Pancaran Semangat Isro Mi’roj di Wajah Polos Anak-anak Kare

Memperingati hari besar tidak harus dinikmati dengan perayaan besar-besaran, banyak hal terlupakan jika manusia telah tergelimang  kilau dunia yang melenakan. Sering manusia justru lupa akan esensi dari hal yang dirayakannya. Pengalaman sangat menyentuh bagi saya dalam peringatan Isro’ Mi’roj kali ini cukup menguatan pendapat yang saya kemukakan.

Berangkat dari rasa frustasi karena banyak program Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok saya terbentur dengan progresitas kampung yang saya tempati, membuat saya dan teman-teman lain di Kelompok-3 UMM KKN yang ditempatkan di Kare, Madiun kembali memutar strategi untuk menjalankan misi pengabdian kami kepada masyarakat. Bukan hal yang mudah, banyak agenda acara besar yang terpaksa dihapus begitu saja karena kurang mengena dengan kebutuhan masyarakat sebenarnya.

Untunglah, masih ada sasaran tak terbantah yang mampu menyelamatkan program KKN-T kelompok saya, mereka adalah anak-anak yang dengan kepolosan dan keceriannya mampu membangkitkan semangat perjuangan kami. Dimulai dengan pengajaran di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) setempat. Kami pun terpompa semangat untuk menjalankan kembali misi kami.

Baca lebih lanjut

Berbagi Press Release..

Ini sekadar sisa press release yang aku kirim ke media lokal Madiun. Tengkiuh, ada yang dimuat nyaris tanpa edit. Seneng aja jadinya..

Menggalang Social Heart Demi Pemberdayaan Pendidikan

Madiun, Kare
Harus diakui, kondisi pendidikan di Indonesia masih cukup terseok-seok. Kurangnya Sumber Daya Manusia menjadi hal klasik yang belum menemukan solusi sampai saat ini. Tenaga pengajar masih sangat terbatas baik kualitas dan kuantitasnya. Apalagi tenaga pengajar untuk beberapa daerah di wilayah Indonesia. Selain jumlah yang tidak banyak, tenaga pengajar yang ada tersebut memiliki skill yang sangat minim dan kurang beragam.

Hal ini diperkuat dengan kondisi ekonomi negara yang kurang stabil dan semakin memperpuruk kondisi pendidikan yang ada. Lembaga-lembaga pendidikan yang ada pun kurang mampu menyediakan fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang proses belajar-mengajar sehingga, pendidikan Indonesia justru semakin terbelakang dari negara-negara lainnya.

Baca lebih lanjut

Salah Dua Celah Itu..

Lokasi KKNku memang sedikit unik. Sebab kawasan Kare merupakan kecamatan terluas di Kabupaten Madiun. Bentuknya memanjang seluas 17.776,615 Ha. terbagi 8 desa terdiri dari 33 dusun 227 RT. Desa Mbodag, mBolo, Kepel, Kuiran, Kare, Randualas, Cermo, Morang memanjang di perbukitan kaki gunung Wilis 27 km timur Madiun. Masyarakatnya sebagian besar bekerja sebagai petani dan buruh tani ini cenderung modern menurutku.

Dan memang benar, menurut aparat desa setempat, Kare sudah tidak membutuhkan penanganan lain. So, kami sempat kelabakan mau berbuat apa di situ. Selain terhambat kemajuan desa, lokasi KKN juga terbentur pada perbedaan organisasi keagamaan setempat. Informasi yang lebih dulu kami terima adalah Muhammadiyah -yang notabene naungan kampus kami- termasuk minoritas di Wilayah Kare ini. Hal ini menyebabkan apatisme masyarakat Kare terhadap segala hal yang berbau Muhammadiyah juga patut diwaspadai. Tidak tanggung-tanggung, yang menjelaskan hal tersebut panjang lebar adalah Pengurus Cabang Muhammadiyah Kare, yang otomatis merupakan Bapak Kos kami, para cewek.

Banyak hal yang beliau paparkan tentang perbedaan itu. Begitu ekstrim dan sangat asing di telinga. Satu-satu di antara kami bahkan ditanyai dari organisasi islam mana kami dibesarkan? Oh God! Meski mengenyam pendidikan di Muhammadiyah sedari lahir, aku tidak pernah diinvestigasi seperti ini. Dan walau kami berasal dari Universitas Muhammadiyah Malang, kami tidak pernah ditanya langsung oleh Rektor atau pejabat kampus yang lain seputar hal tersebut. Justru Kampus kami sangat terbuka menerima mahasiswa dari berbagai belah dunia, agama, suku ras dan segala macamnya. Meski kampus Islam, berbasis Muhammadiyah, toh kampus tidak pernah mewajibkan mahasiswanya berjilbab pada jam kuliah, semuanya bebas. Asal beradab..

Baca lebih lanjut

Akhirnya Aku Kembali…

Lega rasanya telah berhasil menempuh salah satu tugas kuliah yang diyakini banyak mahasiswa merupakan beban kedua selain skripsi. Yupz, kuliah Kerja Nyata atau yang lebih akrab diplesetin Kanan Kiri Nonggo, Kluyar Kluyur Nyaman dan kepanjangan lain yang tidak kalah mekso. Seminggu sudah aku kembali mendekap guling dan menikmati kamar kosku yang tidak nyaman-nyaman amat. Ada bebrapa catatan yang mengendap, sesekali berontak untuk dituangkan sekembalinya aku dari KKN.

Well, dimulai dari pemberangkatan KKN pada 25 Juli lalu. Aku tergabung dalam Kelompok 03 yang dipusatkan di pedalaman kota Madiun, tepatnya di Desa Kare Kecamatan Kare, Madiun. Sepanjang perjalanan ke tempat itu, aku ilFil banget ngeliat temen-temen kelompokku. Gaya mereka sok borju. Yah, cukup terbukti dengan iuran KKN kami yang jumlahnya relatif lebih dibanding kelompok lain. Bahkan untuk yang di dalam kota, iuran mereka bisa separo dari iuran kelompokku.

Jadilah selama dalam perjalanan aku hanya diam, tanpa menoleh ke teman yang lain. Aku hanya ngerumpi seadanya sama teman sebelahku. Itupun tidak lama karena belum setengah jalan, aku sudah KO duluan. Mabuk udara Bo’! keren gak seh? Sudah ilFil diperlengkap muntah. Lengkaplah muntah ilFil..

Baca lebih lanjut

Hallo Apa Kabar?

Hallo apa kabar? Lumayan lama aku gak posting. Tadinya mau posting catatan selama KKN kemarin, tetapi ternyata belum aku masukin Flash. Jadilah posting ini sekadarnya ajah.

Well, gak terasa sudah seminggu lebih romadhon berjalan. Selain karena aku belum puasa sama sekali karena kebocoran ini, juga karena suasana romadhon di Malang memang jauh berbeda dengan di rumah. Jadi romadhon kali ketiga aku di Malang ini juga terasa biasa aja. Gak da hal menarik yang beneran menarik hasrat. Meski begitu, sempat baca opini Haidar Nashir di Kompas awal puasa lalu juga patut direnungkan sampai sekarang.

Yah, romadhon memang momen yang baik bagi manusia untuk bertransformasi sesuai apa yang dipengenin. Paling gak, aku berharap dalam romadhon ini Tuhan bermurah hati mengizinkan ini adalah romadhon terakhir aku di Malang. Semoga romadhon tahun depan aku sudah berada di lain tempat lengkap dengan kerjaan mapan. Amiin..

Baca lebih lanjut