Lagi- Komputerku -Lagi

Leganya bisa pake komputerku lagi. Sebagai hadiah dari brother ketika itu, sampai saat ini komputerku sudah cukup menguras kantong tipisku. Mulai dari ganti power supply, beli memory, nambah hardisk, ganti casing, sampai hari ini ganti keyboard. Gila bo’! selalu ada saja. Mungkin bener kata temen-temen kos, komputer ini akan selalu error kalo aku gak juga nraktir mereka sebagai bentuk syukurku karena dapat hadiah komputer ini dari brother sekitar berapa tahun lalu ya? Lupa aku..

Tapi kalo menurut analisaku seh, komputer ini emang sengaja marah ma aku, pasalnya aku hanya janji melulu tanpa bukti yang memuaskan komputer ini sebagai partner hidupku. Ya, berulang kali aku berjanji padanya bahwa aku akan bisa terus menulis, entah untuk media massa maupun karya ilmiah gitu. Tapi sampe saat ini, glodagk! Gak da satupun karya yang memuaskan komputer ini, terutama juga aku.

Sebenarnya gimana ya, aku sudah berusaha juga seh semampuku, mulai nulis artikel yang aku kerjain asal, sampe yang bener-bener gak bisa tidur siang malam. Nyatanya sampe sekarang cuman satu tulisan aja yang bisa aku nikmati di media massa, itupun di citizen journalismenya Surya. Yah, semua tulisan bisa dimuat kali di sana.

Baca lebih lanjut

Iklan

Begadang Lagi

Untuk kali keberapa ini ya, aku kembali nyoba begadang di warnet. Pengennya seh segera kelarin tugas UAS yang masih tersisa. Setalah itu, aku bisa bernafas agak lega untuk fokus mikir skripsi, yang mau tidak mau harus aku tuntaskan dalam sisa waktu batas akhir beasiswaku. Mikir skripsi, aku pengen ngerjain dengan serius dan total tal! kali ini yang sudah agak mantep di kepala sih, analisis ketidak adilan gender terhadap pekerja perempuan kepala keluarga di dusunku.

Meski kemarin ada dosen yang bilang, ga papa aku kerjain yang gampang, semisal tentang penanggulangan korupsi dari perspektif Relawan Anti Korupsi di MCW, biar sambil menyelam minum susu gitulah pertimbangannya. tertarik juga seh, tapi lebih tertarik lagi buat meneliti all about gender, selain ada misi tersendiri untuk mengenalkan kampung terpencilku pada khalayak ramai.

Gak terasa kuliah kok tinggal selangkah lagi, perasaan baru kemarin mikir bisa sampe lulus ga ya kuliahku. Ternyata tinggal selangkah lagi sekarang. Well, sebelum benar-benar dihadapkan pada dosen pembimbing, saat ini aku juga sudah mulai mikir langkah hidup selanjutnya setelah kuliah ini. Aku selalu berdo’a dengan segenap jiwa, semoga keputusan untuk bergabung di MCW adalah salah satu penentu langkah hidupku jauh ke depan. Tidak hanya untuk saat ini saja.

Baca lebih lanjut