Hidup Itu Sesederhana Melempar Bantal

Saya masih belum beranjak dari Surabaya 😀 kali ini cerita yang sudah lama saya simpan, dan baru sempat saya tuangkan. Tsaelah :p

Siang itu saya dikejutkan sms yang meminta saya untuk mendampingi siswi yang mengalami KTD alias Kehamilan yang Tidak Diinginkan. Terus terang ini pengalaman pertama saya untuk mendampingi siswi hamil. Saya dag dig dug memikirkan apa yang bisa saya lakukan setelah saya mengiyakan sms yang meminta saya datang di sebuah perumahan yang menjadi rumah sementara untuk mereka, anak-anak yang sedang bermasalah.

Berangkatlah saya menuju perumahan elit yang menjadi shelter remaja tersebut, sebut saja Unge –haha, opo-opoan se iki- sesampai di sana saya belum mendapati siapapun selain penunggu rumah yang menyambut saya dengan senyuman nan mempesona 😀

Saya dan Mbak Ketty, penunggu rumah yang menyambut saya berbincang hangat tentang apa yang akan kami lakukan saat Unge datang nanti, karena menurut kabar Unge akan diantar malam-malam agar tidak terlihat tetangga oh tetangga kiri kanan, maka kami pun mempersiapkan diri menyambut Unge dan keluarga.

Malam hadir, Unge pun ngacir. Loh?

Unge datang, hanya berdua dengan mamanya yang cantik. Saya dan Mbak Ketty saling bertukar pandang penuh tanya ini mana yang hamil? Kira-kira begitulah arti kontak mata kami, sebab dua perempuan cantik yang mendatangi rumah ini terlihat cukup langsing, ukuran tubuh mereka jauh dari kesan hamil. Baca lebih lanjut

Iklan