Siapa Berebut Shiny?

 

Mbak, apa ada semacam dana BOS gitu untuk anak berkebutuhan khusus seperti anak saya? Anak saya Delay Motorik, kemarin saya sekolahkan di yayasan yang cukup mahal, tapi sekarang saya tidak ada biaya sebanyak itu untuk tetap menyekolahkan dia di sana.

Begitulah awal perbincangan yang kemudian menjadi cerita panjang antara saya dengan bu Rianny, anggap saja namanya begitu. Perempuan berusia 37 tahun ini single parent, bercerai sudah sekitar tujuh tahun lalu dari suaminya. Alasan perceraian karena suami tidak pernah menafkahinya, sementara yang dia tahu suaminya berasal dari keluarga yang cukup berada.

Usut punya usut ternyata suami justru menafkahi ibunya, alias mertua bu Rianny. Gaji yang diperoleh suami bu Rianny, semua diserahkan pada ibunya, sementara bu Rianny diam patuh dengan tetap tinggal di rumah mertuanya, dia bertahan, menunggu mertua dan suaminya sadar jika perlakuan yang diterimanya jelas tidak benar.

Suami tak kunjung berubah, mertua tidak juga mengalah, dengan proses yang berdarah-darah, hehe.. resmilah bu Rianny berpisah. Baca lebih lanjut

Iklan

Mereka (tidak) Punya Nurani

Hari ini LPA kedatangan tamu, namanya Pak Prasetyo. Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Lamongan. Beliau sharing banyak hal, di antaranya kasus yang sedang dia tangani, kasus ini sih saya juga sudah cukup bosan :p

Apakah itu? Yah, apalagi kalau bukan masalah perceraian yang membuahkan perebutan anak. Hmmm…

                Di antara banyak kasus yang datang ke LPA, kasus perebutan anak memang menduduki peringkat tertinggi J

Miris banget memang. Sudah prihatin dengan perceraian orangtuanya, ditambah konflik tersisa merebutkan anak hasil pernikahan mereka. Padahal anak itu bukan semacam sendal jepit atau tas tenteng yang bisa semaunya diperebutkan ya. Nah lo.. Baca lebih lanjut