Beritakan Penjarahan, Bukan Aliran Sesatnya.

Sebenarnya sebelum menulis tentang Ira, remaja eks gafatar, saya lebih dulu ngobrol dengan bapak ibu eks gafatar yang juga sangat menarik. Dari mereka saya tau bahwa tujuan mereka berangkat ke kalimantan adalah dengan misi swasembada pangan. Mereka mengatakan sudah tidak mungkin bercocok tanam di tanah jawa karena semakin tidak punya lahan. Tanah jawa juga sudah penuh sesak. Oleh karenanya dengan senang hati mereka berangkat transmigrasi, karena ada jaminan kehidupan yang lebih baik. Baca lebih lanjut

Iklan

Anak-anak eks Gafatar, Cerdas dan Pintar

Baru tiga hari saya bergumul dengan pengungsi eks gafatar di transito. Selama tiga hari itu pula saya saksikan banyak di antara mereka yg baru datang, juga mereka yg langsung dijemput pulang ke kediaman asal.

Nyaris tak ada yang aneh sih dengan orang-orang ini, secara penampilan mereka ternyata biasa saja. Karena dalam bayangan saya barangkali pengikut gafatar juga punya tampilan yang berbeda dari yang lain. Termasuk juga anak-anaknya. Baca lebih lanjut