Embuh Sekarep

Tidak tau kenapa, detik ini saya sedih sekali. Ada banyak hal berseliweran. Saya capek.
Saya capek melihat dan mendengar hal yang terus diulang-diulang. Saya capek selalu dijadikan kambing hitam. Meski tak terang terangan bilang semua salah kamu, tapi selalu dan selalu ujungnya ‘blaming’.

Saya berusaha kuat. Saya berusaha menjalani sewajarnya. Tapi jika saya terus begitu, saya takut mati rasa. Saya takut kehilangan empati, dan itu lebih gawat.

Saya tidak pernah bisa tenang dan saya ketakutan jika suatu saat saya meledak karena overload. Saya makin tidak tenang ketika mengusir ketidak tenangan yang menjalar menjangkiti syaraf kesadaran saya.

Saya ingin menyingkir. Menyatu dengan serpihan diri saya sendiri.

Surabaya, 10 April 216

Iklan