Tak Ada Ibu yang Tak Hebat, Begitu Juga Mak’e :D

Tulisan ini saya dedikasikan untuk perempuan yang kini mulai merenta, yang akhir-akhir ini seringkali saya rindu, telah membesarkan dan menghidupi saya bersama tujuh saudara saya yang lain. Saya tidak tahu apakah ukuran bakti seorang anak terhadap ibunya? Semua anak toh nantinya jadi orangtua anak-anaknya, tapi saya hanya takut tidak bisa menjadi orangtua sehebat emak saya. Inilah yang bisa saya tuliskan untuk perempuan sakti perkasa yang dengan seluruh nafasnya mendoakan saya, mengajarkan kami berbagai keajaiban dengan cara sangat sederhana.

Ya, Mak’ e, perempuan sederhana, perempuan kampung, sekolah hanya sampai Madrasah, dan sudah menikah sedari usia belasan. Menjadi saudara tertua dari tiga saudaranya yang lain membuat Mak’ e biasa mengalah, berbagi sebisanya dengan adik-adiknya karena himpitan ekonomi orangtua. Baca lebih lanjut

Iklan

Menikah Itu Bukan Ending…

Sama halnya dengan kematian, yang masih menghubungkan kita dengan dunia lain, menikah juga bukanlah sebuah akhir, justru menikah adalah pembuka kehidupan selanjutnya.

Apapun itu, saya bersyukur akhirnya bisa menikah dengan satu-satunya laki-laki yang memacari saya sejak kurang lebih dua tahun lalu, pacaran putus nyambung entah berapa kali, dengan cara balikan yang amat sangat norak, dramatis yang bikin mual, pernah saling menyakiti, namun tidak juga bisa saling meninggalkan, hingga kami tidak lagi punya pilihan selain menikah, dan tenggat waktu yang saya tentukan adalah 4 Januari 2014, hanya ingin memudahkan ingatan saja empat satu satu empat. Baca lebih lanjut

Jual Aku Kau Kutraktir

Beberapa waktu lalu saya mendapati berita di media yang mengabarkan akan ditutupnya kawasan dolly, kompleks pelacuran terbesar yang berlokasi di sini, surabaya 😀

Selama di sini, saya baru dua kali main ke kawasan itu. Saking penasaran karena sejak kecil sudah begitu familiar dengan namanya. Ternyata dolly hanya sebuah gang, dengan rumah bordir bertumpukan. Di situlah transaksi seksual banyak dilakukan. Baca lebih lanjut

Mereka Berjamur, Bagai Tumpukan Sendal…

maaph telat posting..

Welcome, inilah surabaya. Kota besar yang saya tinggali sekarang. Kota metropolis yang macetnya juga luar biasa, meski tak seluar binasa Jakarta. Tidak terasa hampir setahun saya berada di kota ini, kota ramai yang tak pernah mati. Selalu ada kehidupan dalam setiap sudutnya.

Saat ini saya berada di sebuah warung kopi lesehan, dengan fasilitas free wifi, sedikit remang dan cukup ramai. Bukan karena keremangannya yang membuat saya enggan pulang, tapi saya sedang terpana menyaksikan tumpukan lesbian yang nyata-nyata bercinta di hadapan saya. Wuih, sangat menggoda :p

Baca lebih lanjut

Tak Apa Terlambat…

Meski terlambat, selamat tahun baru untuk semuanya. Selamat menyempurnakan resolusi, mewujudkan rencana yang dicitakan. Semoga semuanya tercapai sesuai harapan. Amiin..

Seperti pula tahun sebelumnya, saya kembali menutup dan membuka tahun tanpa resolusi berarti. Hanya doa khusus untuk tahun ini, semoga segera datang pangeran berkuda yang akan bersedia mengantarkan saya travelling dengan kudanya *ngarep.com

Saat ini saya sedang terkatung-katung menunggu perpanjangan kontrak kerja dengan Depsos. Wih, akhirnya saya menuliskan ini juga, bahwa saya bekerja sebagai Pekerja Sosial Pendamping Program Kesejahteraan Sosial Anak oleh Departemen Sosial RI. Sudah lebih dari enam bulan ini saya terikat sebagai pegawai non tetap Kementerian Sosial. Jadi tenaga outsourch gitu deh. Haha. Tak apa jadi pegawai non tetap, saya sendiri toh sudah mulai sangat menikmati profesi ini, dengan alasan sangat klise, karena di sinilah ternyata rezeki saya 😀

Baca lebih lanjut

aURA CINTA Aura

Aura emang gak cantik. Jerawatnya aja bikin jijik. Kacamata tebelnya sering buat orang terkikik, belum mata sipitnya. My God! Lengkapnya Aura tuh masuk salah satu kawanan Jangkrik aja deh..

Bagong tersenyum dikulum. Ia dengar teman-teman yang sedang ngobrolin all about Aura, walaupun bagi orang lain, Aura jelek melebihi Jangkrik. Tapi baginya, akan hilang makna hidup tanpa Aura di sisinya,  walaupun sedetik.

Baca lebih lanjut