Mimpi dan Kebahagiaan Kita

Ada sesak yang sudah membuncah pagi ini. Obrolan panjang dengan adikku, Yai, adalah penyebabnya. Tidak ada kata menyakitkan, semuanya mengalir, bermula dari ucapan selamat ulang tahun, untuk usiaku yang kian matang sekaligus minus keberhasilan.

Adikku hanya bertanya, apa keinginan terbesarku saat ini, dan aku tak mampu menjawabnya, adikku melanjut berkisah tentang semua mimpinya, hanya ingin terus ngeband, itu saja cukup.

Adikku tidak menginginkan apapun kecuali dia berkumpul dengan teman-teman band yang dibentuknya sedari dia bisa menabuh drum, menyatukan nada untuk mengiringi lantun kalimat penyemangat yang dia bikin. Baca lebih lanjut

Iklan