Pernikahan Dini yang Sudah Dewasa

Mungkin tulisan ini hanya sebagian kecil kado pernikahan untuk sepupuku yang paling imut, innosen dan sangat kinyis-kinyis, Dini. Jelas aku tidak kaget dengan pernikahannya yang berlangsung 18 Oktober lalu, tepatnya di Masjid Al-Azhar, satu-satunya masjid yang ada di Kampung kami, Mencurek tercinta.

Sepupuku yang amat takut dengan dosa ini memang sudah lama berniat menikah muda, alasannya dia tidak ingin lama-lama menjalin hubungan tidak jelas dengan pria yang belum menjadi muhrimnya, maka aku turut berbahagia setulus hati ketika akhirnya dia benar-benar melangsungkan pernikahan yang didambakannya, bersama sang suami yang berijab qobul dengan tegas, aku dan Tuyik, sepupuku yang lain hanya mampu menatap sepenuh keinginan πŸ˜›

Aku tidak tau apa yang ada dalam pikiran Tuyik, bahkan juga Dini, ketika ijab qobul berlangsung, Dini penuh kelegaan, Tuyik mungkin degdegan J, aku sendiri justru digelayuti rasa yang campur aduk. Huhu..

Baca lebih lanjut

Iklan

Jalan Damai Bayi Temanku

Salah satu hal yang sering membuatku miris, ngeri, iri dan prihatin pada diri sendiri adalah nasib jombloku sampai saat ini. gila! Kuliah sudah hampir kelar, aku belum merasakan belaian lekong sama sekali. I don’t know why, aku emang terlalu serem bagi kaum lelaki paling. πŸ™‚

Tapi tidak jarang aku merasa bangga, merasa terselamatkan jika aku mengerti kasus semisal hari ini. Yupz, hamil tanpa dikehendaki. Well, aku emang lama banget pengen posting about this, temanku hamil tanpa aku sadari dan tanpa dia kehendaki. Lumayan lama komunikasiku terputus sama teman yang sebenarnya sangat penolong ini. Ya, hampir 5 bulanan aku tidak bertegur sapa dengan dia sejak kejadian malam itu, ketika semaleman penuh aku menemaninya menguras airmata menyesali cowok pilihannya.

Sudah bukan rahasia kalo pacar temenku suka main kasar, sering banget temenku ini badannya biru-biru, matanya bengkak sepulang dari kencan. Meski kadang aneh juga ngeliat itu bersamaan dengan lehernya yang penuh gigitan, bikin aku terjerembab dalam berbagai prasangka ketidak normalan orientasi seks pacar temanku. Mungkin dia tipe lelaki yang suka menyiksa dulu pasangannya sebelum memulai bercinta? Ataukah justru temanku yang mengidap kelainan itu?

Baca lebih lanjut

Tempora Mutantur, et Nos Mutamur in Illis

Sebenarnya ada banyak hal yang bisa diceritakan dalam hidup ini. Tentang diri kita, teman, tetangga atau juga orang yang baru kita kenal. Tidak harus ngeblog, kita bisa juga pura-pura posting pake Komputer sendiri. Semua tergantung kita mau apa tidak. Dan aku, sudah agak lelah dengan ketidak mauanku. Aku ingin meluapkan kemauan ini. Sudah lama rasanya aku ingin menulis, menulis dan terus menulis. Sehingga, percakapan dengan orang lain pun terbatas. Tidak bicara kecuali ada kepentingan, menggosip pun harusnya hanya lewat tulisan. Tapi, gak kebayang juga gimana bau mulut orang-orang seandainya semua benar terjadi seperti itu. πŸ™‚

Well, ini tentang tulisan yang aku baca di Kompas edisi 14 July kemarin. Walau sudah lumayan kering, tetapi aku tetap tidak bisa melupakan tulisan dengan judul Kaum Cerdik Pandai, antara Ilmu dan Ngelmu itu. Banyak petuah hidup yang aku dapat dalam tulisan itu, bahwa The Survival of The Fastes atau dalam bahasa yang lebih aku pahami yang bertahan yang paling cepat, daripada The Survival of The Fittest yang bertahan yang lebih kuat.

Baca lebih lanjut