Yeyeye, Kawah Idjen Pancen Oye…

Berbicara tentang Indonesia memang sama membanggakannya dengan ngobrolin all about pasangan kita. Sering bikin sebal, tapi kita sayang, sering bikin marah, tapi rindu kita tetap utuh, pengen pisah ranjang, tapi kedinginan, sampe pengen cerai, eh nggak ada biaya ke pengadilan πŸ˜€

Indonesia memang unik, kekayaan alamnya yang bisa menenggelamkan penduduk dalam kubangan milyar dollar ini ternyata hanya membanjir di kantong pengusaha, penjabat, penjilat dan pemerintah yang sakit jiwa, mengkhianati amanah rakyat sesuka-suka mereka.

Tapi ya sudahlah, apapun yang sedang mereka perbuat, kita harus tetap bangga dengan Indonesia yang kaya raya ini, meski kekayaannya justru banyak diurus tangan-tangan nista. Loh, kok ke sana lagi sih? πŸ˜› Baca lebih lanjut

Iklan

Tertohok Itu Indah…

Jika Arai, tokoh fenomenal tetralogi Laskar Pelangi bisa membuktikan kebenaran prinsipnya: Bermimpilah, karena Tuhan akan Memeluk Mimpimu. Maka aku hanya bisa memegang kebenaran: Tertohoklah, karena tertohok itu Indah πŸ™‚

Bermula dari keluh kesah pada sepupu kemarin, ketika aku mengeluhkan kegiatanku sekarang. Nganggur dan tidak jelas, meski masih terus nyoba nulis, tetapi hasilnya masih belum jelas juga. So, aku mengeluh jika hidup seperti ini sangatlah tidak enak. Tidak kuliah, gak laku-laku. Kegiatanku hanya berkutat pada kamar kos yang debunya sedengkul ini. Resiko jadi pengangguran, makan minum pun tak pernah tenang. Otomatis, teringat lagi aku pada Koran Kampusku. Seandainya masih di sana, aku mungkin bisa ngenet gratis, bisa becanda tawa sama teman di sana, atau sekadar cuci mata ngeliat Cleaning Service kampus.

Jadilah aku berkesah pada sepupuku ini, bahwa ternyata kita tidak sekadar butuh materi ketika mempertahankan sesuatu yang selama ini kita anggap bagian hidup kita. Ada hal-hal yang tidak bisa dirasionalkan. Dan itu bukan sekadar kalkulasi materi. Maka, tertohoklah aku dengan jawaban mantap sepupuku. β€œNah, akhirnya ngerasain juga? Tidak semua kebahagiaan hidup hanya pada kalkulasi angka, terlalu banyak bahagia yang justru tidak logis, tanpa kalkulasi,” Sungguh, dia masih inget percakapanku bebrapa waktu lalu.

Baca lebih lanjut