Tak Ada Ibu yang Tak Hebat, Begitu Juga Mak’e :D

Tulisan ini saya dedikasikan untuk perempuan yang kini mulai merenta, yang akhir-akhir ini seringkali saya rindu, telah membesarkan dan menghidupi saya bersama tujuh saudara saya yang lain. Saya tidak tahu apakah ukuran bakti seorang anak terhadap ibunya? Semua anak toh nantinya jadi orangtua anak-anaknya, tapi saya hanya takut tidak bisa menjadi orangtua sehebat emak saya. Inilah yang bisa saya tuliskan untuk perempuan sakti perkasa yang dengan seluruh nafasnya mendoakan saya, mengajarkan kami berbagai keajaiban dengan cara sangat sederhana.

Ya, Mak’ e, perempuan sederhana, perempuan kampung, sekolah hanya sampai Madrasah, dan sudah menikah sedari usia belasan. Menjadi saudara tertua dari tiga saudaranya yang lain membuat Mak’ e biasa mengalah, berbagi sebisanya dengan adik-adiknya karena himpitan ekonomi orangtua. Baca lebih lanjut

Iklan

Terapi Ampuh Bersama Tea for Two

Sudah lama sebenarnya aku membaca buku ini, tapi entah mengapa aku masih juga tidak menemukan kebosanan setiap kali membacanya, buku karya Clara Ng ini bagiku cukup ampuh mengusir berbagai kecamuk hati tentang pernikahan yang selama ini aku takutkan.

Tea for Two, demikian judul besar di sampul buku ini, buku yang habis sekali baca dan cukup berguna daripada jutaan ceramah tentang pernikahan yang sering aku dengar. Yupz, tanpa bermaksud mempromosikan, karena aku tidak dapet kompensasi apapun dari penulis maupun penerbitnya, tapi jika boleh aku mengusulkan, buku ini sebaiknya dibaca tuntas oleh mereka yang akan segera menikah atau bahkan yang memutuskan untuk tidak menikah selama hidupnya.

Menceritakan tentang Sassy, seorang perempuan mapan, yang membuka perusahaan percomblangan dengan nama Tea for Two, dia bermaksud mempertemukan antar jomblo yang menginginkan segera bertemu pasangan, mengkapitalisasi perjodohan dengan keuntungan yang menjadikan Sassy perempuan karier yang benar-benar mapan. Singkat kata, bisnis Sassy berjalan lancar, selain menjadi konsultan  jombloers, Sassy juga menjadi Wedding Organizer yang sangat professional. Sassy yang cantik, gesit dan energik ini benar-benar perfeksionis, sehingga tidak ada satupun masalah yang tidak bisa diselesaikannya dengan sempurna, masalah apapun itu yang berkait erat dengan percomblangan dan pernikahan bisa mulus tanpa bekas jika Sassy turun tangan menyelesaikannya.

Baca lebih lanjut

Pernikahan Dini yang Sudah Dewasa

Mungkin tulisan ini hanya sebagian kecil kado pernikahan untuk sepupuku yang paling imut, innosen dan sangat kinyis-kinyis, Dini. Jelas aku tidak kaget dengan pernikahannya yang berlangsung 18 Oktober lalu, tepatnya di Masjid Al-Azhar, satu-satunya masjid yang ada di Kampung kami, Mencurek tercinta.

Sepupuku yang amat takut dengan dosa ini memang sudah lama berniat menikah muda, alasannya dia tidak ingin lama-lama menjalin hubungan tidak jelas dengan pria yang belum menjadi muhrimnya, maka aku turut berbahagia setulus hati ketika akhirnya dia benar-benar melangsungkan pernikahan yang didambakannya, bersama sang suami yang berijab qobul dengan tegas, aku dan Tuyik, sepupuku yang lain hanya mampu menatap sepenuh keinginan 😛

Aku tidak tau apa yang ada dalam pikiran Tuyik, bahkan juga Dini, ketika ijab qobul berlangsung, Dini penuh kelegaan, Tuyik mungkin degdegan J, aku sendiri justru digelayuti rasa yang campur aduk. Huhu..

Baca lebih lanjut

Jalan Damai Bayi Temanku

Salah satu hal yang sering membuatku miris, ngeri, iri dan prihatin pada diri sendiri adalah nasib jombloku sampai saat ini. gila! Kuliah sudah hampir kelar, aku belum merasakan belaian lekong sama sekali. I don’t know why, aku emang terlalu serem bagi kaum lelaki paling. 🙂

Tapi tidak jarang aku merasa bangga, merasa terselamatkan jika aku mengerti kasus semisal hari ini. Yupz, hamil tanpa dikehendaki. Well, aku emang lama banget pengen posting about this, temanku hamil tanpa aku sadari dan tanpa dia kehendaki. Lumayan lama komunikasiku terputus sama teman yang sebenarnya sangat penolong ini. Ya, hampir 5 bulanan aku tidak bertegur sapa dengan dia sejak kejadian malam itu, ketika semaleman penuh aku menemaninya menguras airmata menyesali cowok pilihannya.

Sudah bukan rahasia kalo pacar temenku suka main kasar, sering banget temenku ini badannya biru-biru, matanya bengkak sepulang dari kencan. Meski kadang aneh juga ngeliat itu bersamaan dengan lehernya yang penuh gigitan, bikin aku terjerembab dalam berbagai prasangka ketidak normalan orientasi seks pacar temanku. Mungkin dia tipe lelaki yang suka menyiksa dulu pasangannya sebelum memulai bercinta? Ataukah justru temanku yang mengidap kelainan itu?

Baca lebih lanjut