Makin Ngiler Jadi Wartawan

Nyaris tidak ada hal baru dari Diklat Jurnalistik yang digelar Kompas bersama UMM kemarin (15-18/12). Materi tentang feature, straight news dan yang lain sudah pernah aku dapat ketika ikut diklat bestari beberapa tahun lalu. Sampai detik ini toh aku masih belum begitu faham bedanya straight news, hard news atau soft news. Aku masih sering kelimpungan, sebenarnya tulisanku termasuk jenis berita yang mana :-Q

Dari segi pembicara, yang terdiri dari senior Kompas, mulai dari Marx Margono, F.A. Santoso, Nur Tjahyo, dan Suprihadi yang lebih populer dipanggil Sanchuk, jelas tidak meragukan kapabilitas mereka sebagai senior yang patut digali luar dalam pengalaman jurnalistiknya. Memang gak rugi seh ngumpul bareng mereka selama empat hari. Rasanya justru kurang lama.

Di antara keempat pemateri, pak Nur Tjahyo termasuk Senior Kompas yang paling tua, usianya kalo ga salah sekitar tujuh puluhan. Setelah Pak Nur, Pak Marx Margono menduduki peringkat kedua. Baru Pak F.A Santoso, dan Pak Sanchuk menyususl berikutnya. Hal paling menarik bagiku dari pengakuan masing-masing mereka adalah kecelakaan yang harus mereka terima. What? Hampir dari semuanya mengaku jika menjadi wartawan Kompas bermula dari kecelakaan yang tidak pernah disengaja.

Baca lebih lanjut

Iklan

Hore, Blogger Pun Dinasionalkan!

Ada untungnya juga aku bangun pagi meski gak da kuliah hari ini, lebih beruntung lagi ketika aku nyalain tipi, bosen dengan program tayangan yang ada. Kakiku memencet tombol Channel sesukanya. Maklum, remote tipi kosku lagi error. Wuih leganya setelah ngeliat tayangan pagi ini. pada stasiun telepisi yang menjadi pelabuhan Desy itu, ada Enda Nasution yang ternyata adalah Bapak Blogger Nasional Bo’!

Yah, aku baru tau kalo tenyata 27 Oktober hari ini diperingati sebagai Hari Blogger Nasional. Its mean, sebagai Blogger aku mempunyai hari kebangsaan juga. Gak sia-sia jadi Blogger. Selama ini, karena segala keterbatasan yang ada padaku, aku selalu berpikir Blogger hanyalah sebuah kemajuan teknologi semisal Friendster, just for fun! Seru-seruan. Tapi ternyata Blogger lebih dari itu, paling gak Blogku adalah tempat sampah paling nyaman untuk memosting artikel sampahku.

Kenyataan lain yang sangat membanggakan, Blog adalah media untuk membentuk jejaring sosial yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain dapat memuat berbagai opini yang ingin dibagi, dialah media representative untuk membuktikan eksistensi diri. Lebih-lebih untukku, mungkin..

Baca lebih lanjut

Tertohok Itu Indah…

Jika Arai, tokoh fenomenal tetralogi Laskar Pelangi bisa membuktikan kebenaran prinsipnya: Bermimpilah, karena Tuhan akan Memeluk Mimpimu. Maka aku hanya bisa memegang kebenaran: Tertohoklah, karena tertohok itu Indah 🙂

Bermula dari keluh kesah pada sepupu kemarin, ketika aku mengeluhkan kegiatanku sekarang. Nganggur dan tidak jelas, meski masih terus nyoba nulis, tetapi hasilnya masih belum jelas juga. So, aku mengeluh jika hidup seperti ini sangatlah tidak enak. Tidak kuliah, gak laku-laku. Kegiatanku hanya berkutat pada kamar kos yang debunya sedengkul ini. Resiko jadi pengangguran, makan minum pun tak pernah tenang. Otomatis, teringat lagi aku pada Koran Kampusku. Seandainya masih di sana, aku mungkin bisa ngenet gratis, bisa becanda tawa sama teman di sana, atau sekadar cuci mata ngeliat Cleaning Service kampus.

Jadilah aku berkesah pada sepupuku ini, bahwa ternyata kita tidak sekadar butuh materi ketika mempertahankan sesuatu yang selama ini kita anggap bagian hidup kita. Ada hal-hal yang tidak bisa dirasionalkan. Dan itu bukan sekadar kalkulasi materi. Maka, tertohoklah aku dengan jawaban mantap sepupuku. “Nah, akhirnya ngerasain juga? Tidak semua kebahagiaan hidup hanya pada kalkulasi angka, terlalu banyak bahagia yang justru tidak logis, tanpa kalkulasi,” Sungguh, dia masih inget percakapanku bebrapa waktu lalu.

Baca lebih lanjut