Hadiah yang (tidak) Diinginkan

Ada yang mencekat. Air mata terendap. Dalam perjalanan seminggu ini. 

Berawal dari sebuah ketidaksengajaan yang mempertemukanku dengan Adelia, gadis 11 tahun yang mengidap hydrosephalus. Sebuah penyakit dengan batok kepala membesar karena kelebihan cairan di kepala, membuat gadis ini botak lebar. Dari raut muka, tampak sedikit bopeng, mata tertarik ke atas, air liur sesekali menetes, disertai ingus dan kotoran mata berwarna kekuningan yang memperlengkap rasa jijik setiap mata.

Gadis ini menabrakku, tanpa merasa bersalah karena dia hanya tertawa-tawa ketika aku setengah kaget memarahinya, hingga marahku pun berganti rasa. Tetap dengan tawanya, Lia justru mengarahkan telunjuknya pada balon-balon yang menggelantung di sebuah warung makan cepat saji.

“Mbak, iku jenenge balon..,” sambil terkekeh dan terus mengulang kalimat yang sama.

Berniat membelikan Lia balon, aku dan Desy, temanku pun masuk ke warung itu. Hingga beberapa menit, pramusaji tidak juga melayani, tampak jelas jika mereka risih dengan keberadaan Lia di antara kami.

Baca lebih lanjut

Iklan

Siapakah Dia Social Worker?

Bu, sms-in gw dunk teori yang menyebutkan jurnalis sebagai bagian dari social worker…

Jeblar, bagai ditampar Sundel Bolong pas aku baca penggalan sms di atas. Sms dari seorang teman yang ngotot banget pengen jadi Social Worker sedari belum lair. Hehe..

Well, tulisan ini mungkin tidak menarik, tapi ini benar-benar penting bagiku, sebab postingan ini sekaligus juga sebagai pemenuhan janjiku pada satu teman yang lain yang ada di USU sana, Erviana Filiang, thanks Sist, kupenuhi janjiku padamu.

Siapakah sebenarnya social worker? Aku sudah sering mendiskusikan ini, dengan setengah ngotot pada beberapa dosenku dulu, menurut pemahamanku, semua orang toh pada dasarnya bisa dibilang social worker, karena aku yakin semua pekerja tentu tidak hanya bekerja hanya untuk pribadi dia, tapi saling berkesinambungan menyelamatkan hidup orang lain, meski tidak secara langsung, dan atas dasar asumsi inilah aku mengkategorikan bahwa Social Worker tentu saja kemampuan yang tidak membutuhkan spesifikasi ilmu tertentu, sebab semua manusia toh makhluk sosial yang tidak mungkin asosial. Maka pekerjaan dia yang berdampak pada kehidupan sosial sebagian manusia yang lain tentu saja bisa dibilang sebagai pekerjaan sosial. Baca lebih lanjut