Sedikit tentang Jurusanku

Beneran gile nih, keasyikan Facebooking jadi males bener mau posting. Tapi gapapalah, demi sebuah janji pada sesorang yang mau aja aku komporin. 🙂 Hallo Ika, walau belum bersua, semoga kamu ga kecewa ya pas baca ini?

Oke, dengan segala ketulusan, aku emang pengen bener menuliskan semua hal tentang kuliahku, lebih khusus lagi tentang jurusanku, Ilmu Kesejahteraan Sosial. Sebenarnya dari dulu, ketika Mbak Iparku, Lode, ngasih saran yang lumayan penting buatku untuk posting all about jurusanku sebagai media promosi yang paling yahud, juga untuk mengikis ketidak percayaan diriku atas jurusan yang aku pilih ini, aku sudah pengen banget posting tentang semuanya. Kata-kata Lode yang paling aku inget waktu itu “Posting aja tentang jurusanmu Tum, biar orang tuh kalo mau nyari tentang Ilmu Kesejahteraan Sosial udah langsung akses ke blogmu,” thats good idea, meski baru terlaksanan jauh-jauh hari setelah dia usulkan.

Tengkiu juga buat Ika, yang secara langsung telah menjadi pengingatku untuk posting tentang ini. Well, Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS), yang menjadi salah satu pilihan program dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM merupakan jurusan paling tua di UMM, jurusan ini pada mulanya adalah salah satu Fakultas di UMM, meskipun pada perkembangannya kemudian menjadi salah satu program jurusan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Dukung Pelegalan Aborsi

Nambah lagi sisa tulisanku yang tidak lolos kualifikasi media. Tulisan ini hampir setahun lalu aku bikin. Inilah bentuknya..

Sampai saat ini, kasus aborsi di Indonesia masih belum mengalami penurunan yang berarti. Justru sebaliknya, kasus aborsi kian mengalami peningkatan dari tahun ke tahun -setiap tahun mencapai dua juta kasus- berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah pada 2006 lalu. (http://www.bkkbn.go.id)

Parahnya, hasil survey Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP) di sejumah kota besar pada tahun 2003 justru menunjukkan, 87 persen aborsi dilakukan perempuan yang sudah menikah atau punya pasangan sah dan 13 persen lagi belum menikah.

Baca lebih lanjut

Pancaran Semangat Isro Mi’roj di Wajah Polos Anak-anak Kare

Memperingati hari besar tidak harus dinikmati dengan perayaan besar-besaran, banyak hal terlupakan jika manusia telah tergelimang  kilau dunia yang melenakan. Sering manusia justru lupa akan esensi dari hal yang dirayakannya. Pengalaman sangat menyentuh bagi saya dalam peringatan Isro’ Mi’roj kali ini cukup menguatan pendapat yang saya kemukakan.

Berangkat dari rasa frustasi karena banyak program Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok saya terbentur dengan progresitas kampung yang saya tempati, membuat saya dan teman-teman lain di Kelompok-3 UMM KKN yang ditempatkan di Kare, Madiun kembali memutar strategi untuk menjalankan misi pengabdian kami kepada masyarakat. Bukan hal yang mudah, banyak agenda acara besar yang terpaksa dihapus begitu saja karena kurang mengena dengan kebutuhan masyarakat sebenarnya.

Untunglah, masih ada sasaran tak terbantah yang mampu menyelamatkan program KKN-T kelompok saya, mereka adalah anak-anak yang dengan kepolosan dan keceriannya mampu membangkitkan semangat perjuangan kami. Dimulai dengan pengajaran di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) setempat. Kami pun terpompa semangat untuk menjalankan kembali misi kami.

Baca lebih lanjut