Sinetron Banget Seh Kita Ini…

Baiklah baiklah baiklah…

Ada sepasang pengantin baru, menikah sepenuh restu setelah pacaran kurang lebih tiga tahun, mengeluhkan malam pertama yang dilaluinya ternyata tidak lebih dari pemerkosaan. Dia kesakitan dan merasa pasangannya begitu memaksakan hubungan intim mereka, dia menceritakan itu padaku, yang benar-benar polos dan tak tahu menahu hal itu. Sampai saat ini aku hanya mampu penasaran karena tak kunjung menemukan pasangan yang mau begituan denganku, siyal..

Ada yang aneh dengan perempuan ini, kalau belum siap, kenapa tidak ngomong saja dengan pasangannya? Komunikasi itu penting, begitu sabda Mbok iparku dulu, Luhde. Ndak tau dia masih ingat ato ndak ya kalau dia pernah ngobrolin hal vulgar ini kepadaku. Baca lebih lanjut

Iklan

Pernikahan Dini yang Sudah Dewasa

Mungkin tulisan ini hanya sebagian kecil kado pernikahan untuk sepupuku yang paling imut, innosen dan sangat kinyis-kinyis, Dini. Jelas aku tidak kaget dengan pernikahannya yang berlangsung 18 Oktober lalu, tepatnya di Masjid Al-Azhar, satu-satunya masjid yang ada di Kampung kami, Mencurek tercinta.

Sepupuku yang amat takut dengan dosa ini memang sudah lama berniat menikah muda, alasannya dia tidak ingin lama-lama menjalin hubungan tidak jelas dengan pria yang belum menjadi muhrimnya, maka aku turut berbahagia setulus hati ketika akhirnya dia benar-benar melangsungkan pernikahan yang didambakannya, bersama sang suami yang berijab qobul dengan tegas, aku dan Tuyik, sepupuku yang lain hanya mampu menatap sepenuh keinginan 😛

Aku tidak tau apa yang ada dalam pikiran Tuyik, bahkan juga Dini, ketika ijab qobul berlangsung, Dini penuh kelegaan, Tuyik mungkin degdegan J, aku sendiri justru digelayuti rasa yang campur aduk. Huhu..

Baca lebih lanjut

Jalan Damai Bayi Temanku

Salah satu hal yang sering membuatku miris, ngeri, iri dan prihatin pada diri sendiri adalah nasib jombloku sampai saat ini. gila! Kuliah sudah hampir kelar, aku belum merasakan belaian lekong sama sekali. I don’t know why, aku emang terlalu serem bagi kaum lelaki paling. 🙂

Tapi tidak jarang aku merasa bangga, merasa terselamatkan jika aku mengerti kasus semisal hari ini. Yupz, hamil tanpa dikehendaki. Well, aku emang lama banget pengen posting about this, temanku hamil tanpa aku sadari dan tanpa dia kehendaki. Lumayan lama komunikasiku terputus sama teman yang sebenarnya sangat penolong ini. Ya, hampir 5 bulanan aku tidak bertegur sapa dengan dia sejak kejadian malam itu, ketika semaleman penuh aku menemaninya menguras airmata menyesali cowok pilihannya.

Sudah bukan rahasia kalo pacar temenku suka main kasar, sering banget temenku ini badannya biru-biru, matanya bengkak sepulang dari kencan. Meski kadang aneh juga ngeliat itu bersamaan dengan lehernya yang penuh gigitan, bikin aku terjerembab dalam berbagai prasangka ketidak normalan orientasi seks pacar temanku. Mungkin dia tipe lelaki yang suka menyiksa dulu pasangannya sebelum memulai bercinta? Ataukah justru temanku yang mengidap kelainan itu?

Baca lebih lanjut