Sahabat dalam Keranjang Sampah

Saya bahagia punya banyak teman, apalagi sahabat, yang idealnya selalu memberi semangat, support dan membantu kita tertawa jika airmata ini telah mencapai tetes akhirnya. Tetapi dalam beberapa waktu terakhir ini, saya mulai kehilangan beberapa sahabat yang sudah mengisi lembar-lembar penuh tawa yang dulu sempat dilalui bersama. Mereka pergi, satu-satu, tidak hanya secara fisik, kami terpisah jarak dan waktu,  di tengah geliat perkembangan teknologi seperti saat ini, jarak dan waktu memang tidak lagi menjadi masalah, tapi entahlah, saya merasa semakin jauh dan kian asing dengan beberapa sahabat saya yang sempat saya miliki.

Saya memang sedang bermasalah dengan salah satu orang yang saya anggap sahabat –karena saya tidak tahu apakah dia juga menganggap saya sahabatnya- dan saat ini, saya kembali bermasalah dengan sahabat saya yang lain. Saya jadi berpikir, apakah saya memang gudang masalah yang kerap menimbulkan orang lain tidak nyaman? Hingga timbul masalah?

Jawaban itu sedikit terbantah ketika saya ingat beberapa teman yang sering tiba-tiba menelpon, sms, bahkan langsung nyamperin saya ketika mereka ingin bercerita –apapun masalahnya- tanpa beban, bahkan tepat dua hari lalu, ketika saya hanya sedang berdua dengan teman yang baru saya kenal menonton infotaikment yang memberitakan kasus Krisdayanti, tiba-tiba teman saya langsung bercerita kalau kisah cintanya mirip sekali dengan KD, bahkan lebih memalukan karena dia benar-benar dilabrak isteri si lelaki yang sudah mengajaknya kencan, di depan banyak orang, isteri lelaki itu menjambak rambut teman saya dengan kasar –kalau dengan halus namanya membelai ya-, padahal teman saya ini tidak tahu kalau laki yang mengajaknya kencan selama hampir enam bulan, ternyata masih dalam proses cerai, bukan lagi lajang seperti yang dibilang lakinya ke dia. Baca lebih lanjut

Iklan

Yeyeye, Kawah Idjen Pancen Oye…

Berbicara tentang Indonesia memang sama membanggakannya dengan ngobrolin all about pasangan kita. Sering bikin sebal, tapi kita sayang, sering bikin marah, tapi rindu kita tetap utuh, pengen pisah ranjang, tapi kedinginan, sampe pengen cerai, eh nggak ada biaya ke pengadilan 😀

Indonesia memang unik, kekayaan alamnya yang bisa menenggelamkan penduduk dalam kubangan milyar dollar ini ternyata hanya membanjir di kantong pengusaha, penjabat, penjilat dan pemerintah yang sakit jiwa, mengkhianati amanah rakyat sesuka-suka mereka.

Tapi ya sudahlah, apapun yang sedang mereka perbuat, kita harus tetap bangga dengan Indonesia yang kaya raya ini, meski kekayaannya justru banyak diurus tangan-tangan nista. Loh, kok ke sana lagi sih? 😛 Baca lebih lanjut