Sedikit tentang Jurusanku

Beneran gile nih, keasyikan Facebooking jadi males bener mau posting. Tapi gapapalah, demi sebuah janji pada sesorang yang mau aja aku komporin. 🙂 Hallo Ika, walau belum bersua, semoga kamu ga kecewa ya pas baca ini?

Oke, dengan segala ketulusan, aku emang pengen bener menuliskan semua hal tentang kuliahku, lebih khusus lagi tentang jurusanku, Ilmu Kesejahteraan Sosial. Sebenarnya dari dulu, ketika Mbak Iparku, Lode, ngasih saran yang lumayan penting buatku untuk posting all about jurusanku sebagai media promosi yang paling yahud, juga untuk mengikis ketidak percayaan diriku atas jurusan yang aku pilih ini, aku sudah pengen banget posting tentang semuanya. Kata-kata Lode yang paling aku inget waktu itu “Posting aja tentang jurusanmu Tum, biar orang tuh kalo mau nyari tentang Ilmu Kesejahteraan Sosial udah langsung akses ke blogmu,” thats good idea, meski baru terlaksanan jauh-jauh hari setelah dia usulkan.

Tengkiu juga buat Ika, yang secara langsung telah menjadi pengingatku untuk posting tentang ini. Well, Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS), yang menjadi salah satu pilihan program dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM merupakan jurusan paling tua di UMM, jurusan ini pada mulanya adalah salah satu Fakultas di UMM, meskipun pada perkembangannya kemudian menjadi salah satu program jurusan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Bersama, Binasakan Para Kleptokrat

Sebenernya agak sedih ketika melihat tulisan ini dimuat dengan nama lain. Asli tulisanku, aku cuman pinjam nama anak itu. Biasalah, orang kalo kepepet pasti berpikir singkat. Tapi biarlah, ini memang murni karyaku. Maka menjadi hakku sepenuhnya untuk memerdekakan tulisan ini melalui blogku.

Korupsi adalah jajanan basi yang terus beredar di negeri ini. Tidak hanya satu dua pejabat yang menyuguhi jajanan menggiurkan tersebut. Namun hampir semua pemangku kebijakan negeri ini tersandung masalah yang sama. Korupsi, korupsi dan korupsi. Begitu akrabnya istilah ini sehingga masyarakat luas sudah nyaris muntah kekenyangan jika ada kabar baru yang memberitakan tindak korupsi.

Korupsi yang mengadopsi bahasa latin, corruptio ini memang mempunyai arti busuk, rusak, menggoyahkan, memutar balik dan menyogok. Sedangkan menurut Transparency International, korupsi merupakan perilaku pejabat publik, baik politikus, politisi maupun pegawai negeri yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri mereka atau orang-orang terdekat mereka dengan menyalahgunakan kekuasaan yang dia miliki.

Baca lebih lanjut

Menyelami Masa Depan Kaum Nelayan Indonesia

Lama ga posting. Aku jadi malu sendiri, niat hati mau rajin beribadah dengan blog, ternyata glodagk! Tapi usaha tetep jalan kok. Ini salah satu bentuk usaha itu, aku membongkar tulisan yang ditolak media. Ternyata lumayan banyak, meski lebih banyak yang aku hapus 😦 Ya, memang bisa aja seh dikirim ke media lain. Tapi takut ditolak lagi. Yawislah biar lebih merdeka diposting aja. HaHa..

Indonesia merupakan salah satu Negara maritim yang memiliki pantai terpanjang di dunia, dengan garis pantai lebih 81.000 km. dari 67.439  desa di Indonesia, kurang lebih 9.261 desa dikategorikan sebagai desa pesisir. Karena berada di pesisir, dapat dipastikan mata pencaharian terbesar penduduk pun melaut, menangkap ikan di laut atau lebih populer dengan sebutan nelayan.

Nelayan di Indonesia merupakan kelompok sosial paling miskin setelah petani. Nelayan lebih memiriskan lagi, dalam penjabaran buku Kusnadi (Yogyakarta: LKiS, 2002), dua faktor mendasar yang menyelimuti nelayan adalah  faktor alamiah dan dan non alamiah. Dimana, faktor alamiah berkaitan dengan fluktuasi musim-musim penangkapan dan struktur alamiah sumber daya ekonomi desa. Sedangkan faktor non alamiah berhubungan dengan keterbatasan daya jangkau teknologi penangkapan, ketimpangan dalam sistem bagi hasil dan tidak adanya jaminan sosial tenaga kerja yang pasti.

Baca lebih lanjut

Pancaran Semangat Isro Mi’roj di Wajah Polos Anak-anak Kare

Memperingati hari besar tidak harus dinikmati dengan perayaan besar-besaran, banyak hal terlupakan jika manusia telah tergelimang  kilau dunia yang melenakan. Sering manusia justru lupa akan esensi dari hal yang dirayakannya. Pengalaman sangat menyentuh bagi saya dalam peringatan Isro’ Mi’roj kali ini cukup menguatan pendapat yang saya kemukakan.

Berangkat dari rasa frustasi karena banyak program Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok saya terbentur dengan progresitas kampung yang saya tempati, membuat saya dan teman-teman lain di Kelompok-3 UMM KKN yang ditempatkan di Kare, Madiun kembali memutar strategi untuk menjalankan misi pengabdian kami kepada masyarakat. Bukan hal yang mudah, banyak agenda acara besar yang terpaksa dihapus begitu saja karena kurang mengena dengan kebutuhan masyarakat sebenarnya.

Untunglah, masih ada sasaran tak terbantah yang mampu menyelamatkan program KKN-T kelompok saya, mereka adalah anak-anak yang dengan kepolosan dan keceriannya mampu membangkitkan semangat perjuangan kami. Dimulai dengan pengajaran di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) setempat. Kami pun terpompa semangat untuk menjalankan kembali misi kami.

Baca lebih lanjut

Berbagi Press Release..

Ini sekadar sisa press release yang aku kirim ke media lokal Madiun. Tengkiuh, ada yang dimuat nyaris tanpa edit. Seneng aja jadinya..

Menggalang Social Heart Demi Pemberdayaan Pendidikan

Madiun, Kare
Harus diakui, kondisi pendidikan di Indonesia masih cukup terseok-seok. Kurangnya Sumber Daya Manusia menjadi hal klasik yang belum menemukan solusi sampai saat ini. Tenaga pengajar masih sangat terbatas baik kualitas dan kuantitasnya. Apalagi tenaga pengajar untuk beberapa daerah di wilayah Indonesia. Selain jumlah yang tidak banyak, tenaga pengajar yang ada tersebut memiliki skill yang sangat minim dan kurang beragam.

Hal ini diperkuat dengan kondisi ekonomi negara yang kurang stabil dan semakin memperpuruk kondisi pendidikan yang ada. Lembaga-lembaga pendidikan yang ada pun kurang mampu menyediakan fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang proses belajar-mengajar sehingga, pendidikan Indonesia justru semakin terbelakang dari negara-negara lainnya.

Baca lebih lanjut

Salah Dua Celah Itu..

Lokasi KKNku memang sedikit unik. Sebab kawasan Kare merupakan kecamatan terluas di Kabupaten Madiun. Bentuknya memanjang seluas 17.776,615 Ha. terbagi 8 desa terdiri dari 33 dusun 227 RT. Desa Mbodag, mBolo, Kepel, Kuiran, Kare, Randualas, Cermo, Morang memanjang di perbukitan kaki gunung Wilis 27 km timur Madiun. Masyarakatnya sebagian besar bekerja sebagai petani dan buruh tani ini cenderung modern menurutku.

Dan memang benar, menurut aparat desa setempat, Kare sudah tidak membutuhkan penanganan lain. So, kami sempat kelabakan mau berbuat apa di situ. Selain terhambat kemajuan desa, lokasi KKN juga terbentur pada perbedaan organisasi keagamaan setempat. Informasi yang lebih dulu kami terima adalah Muhammadiyah -yang notabene naungan kampus kami- termasuk minoritas di Wilayah Kare ini. Hal ini menyebabkan apatisme masyarakat Kare terhadap segala hal yang berbau Muhammadiyah juga patut diwaspadai. Tidak tanggung-tanggung, yang menjelaskan hal tersebut panjang lebar adalah Pengurus Cabang Muhammadiyah Kare, yang otomatis merupakan Bapak Kos kami, para cewek.

Banyak hal yang beliau paparkan tentang perbedaan itu. Begitu ekstrim dan sangat asing di telinga. Satu-satu di antara kami bahkan ditanyai dari organisasi islam mana kami dibesarkan? Oh God! Meski mengenyam pendidikan di Muhammadiyah sedari lahir, aku tidak pernah diinvestigasi seperti ini. Dan walau kami berasal dari Universitas Muhammadiyah Malang, kami tidak pernah ditanya langsung oleh Rektor atau pejabat kampus yang lain seputar hal tersebut. Justru Kampus kami sangat terbuka menerima mahasiswa dari berbagai belah dunia, agama, suku ras dan segala macamnya. Meski kampus Islam, berbasis Muhammadiyah, toh kampus tidak pernah mewajibkan mahasiswanya berjilbab pada jam kuliah, semuanya bebas. Asal beradab..

Baca lebih lanjut

Hallo Apa Kabar?

Hallo apa kabar? Lumayan lama aku gak posting. Tadinya mau posting catatan selama KKN kemarin, tetapi ternyata belum aku masukin Flash. Jadilah posting ini sekadarnya ajah.

Well, gak terasa sudah seminggu lebih romadhon berjalan. Selain karena aku belum puasa sama sekali karena kebocoran ini, juga karena suasana romadhon di Malang memang jauh berbeda dengan di rumah. Jadi romadhon kali ketiga aku di Malang ini juga terasa biasa aja. Gak da hal menarik yang beneran menarik hasrat. Meski begitu, sempat baca opini Haidar Nashir di Kompas awal puasa lalu juga patut direnungkan sampai sekarang.

Yah, romadhon memang momen yang baik bagi manusia untuk bertransformasi sesuai apa yang dipengenin. Paling gak, aku berharap dalam romadhon ini Tuhan bermurah hati mengizinkan ini adalah romadhon terakhir aku di Malang. Semoga romadhon tahun depan aku sudah berada di lain tempat lengkap dengan kerjaan mapan. Amiin..

Baca lebih lanjut