Lagi- Komputerku -Lagi

Leganya bisa pake komputerku lagi. Sebagai hadiah dari brother ketika itu, sampai saat ini komputerku sudah cukup menguras kantong tipisku. Mulai dari ganti power supply, beli memory, nambah hardisk, ganti casing, sampai hari ini ganti keyboard. Gila bo’! selalu ada saja. Mungkin bener kata temen-temen kos, komputer ini akan selalu error kalo aku gak juga nraktir mereka sebagai bentuk syukurku karena dapat hadiah komputer ini dari brother sekitar berapa tahun lalu ya? Lupa aku..

Tapi kalo menurut analisaku seh, komputer ini emang sengaja marah ma aku, pasalnya aku hanya janji melulu tanpa bukti yang memuaskan komputer ini sebagai partner hidupku. Ya, berulang kali aku berjanji padanya bahwa aku akan bisa terus menulis, entah untuk media massa maupun karya ilmiah gitu. Tapi sampe saat ini, glodagk! Gak da satupun karya yang memuaskan komputer ini, terutama juga aku.

Sebenarnya gimana ya, aku sudah berusaha juga seh semampuku, mulai nulis artikel yang aku kerjain asal, sampe yang bener-bener gak bisa tidur siang malam. Nyatanya sampe sekarang cuman satu tulisan aja yang bisa aku nikmati di media massa, itupun di citizen journalismenya Surya. Yah, semua tulisan bisa dimuat kali di sana.

Baca lebih lanjut

Iklan

Dukung Pelegalan Aborsi

Nambah lagi sisa tulisanku yang tidak lolos kualifikasi media. Tulisan ini hampir setahun lalu aku bikin. Inilah bentuknya..

Sampai saat ini, kasus aborsi di Indonesia masih belum mengalami penurunan yang berarti. Justru sebaliknya, kasus aborsi kian mengalami peningkatan dari tahun ke tahun -setiap tahun mencapai dua juta kasus- berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah pada 2006 lalu. (http://www.bkkbn.go.id)

Parahnya, hasil survey Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP) di sejumah kota besar pada tahun 2003 justru menunjukkan, 87 persen aborsi dilakukan perempuan yang sudah menikah atau punya pasangan sah dan 13 persen lagi belum menikah.

Baca lebih lanjut

Menyelami Masa Depan Kaum Nelayan Indonesia

Lama ga posting. Aku jadi malu sendiri, niat hati mau rajin beribadah dengan blog, ternyata glodagk! Tapi usaha tetep jalan kok. Ini salah satu bentuk usaha itu, aku membongkar tulisan yang ditolak media. Ternyata lumayan banyak, meski lebih banyak yang aku hapus 😦 Ya, memang bisa aja seh dikirim ke media lain. Tapi takut ditolak lagi. Yawislah biar lebih merdeka diposting aja. HaHa..

Indonesia merupakan salah satu Negara maritim yang memiliki pantai terpanjang di dunia, dengan garis pantai lebih 81.000 km. dari 67.439  desa di Indonesia, kurang lebih 9.261 desa dikategorikan sebagai desa pesisir. Karena berada di pesisir, dapat dipastikan mata pencaharian terbesar penduduk pun melaut, menangkap ikan di laut atau lebih populer dengan sebutan nelayan.

Nelayan di Indonesia merupakan kelompok sosial paling miskin setelah petani. Nelayan lebih memiriskan lagi, dalam penjabaran buku Kusnadi (Yogyakarta: LKiS, 2002), dua faktor mendasar yang menyelimuti nelayan adalah  faktor alamiah dan dan non alamiah. Dimana, faktor alamiah berkaitan dengan fluktuasi musim-musim penangkapan dan struktur alamiah sumber daya ekonomi desa. Sedangkan faktor non alamiah berhubungan dengan keterbatasan daya jangkau teknologi penangkapan, ketimpangan dalam sistem bagi hasil dan tidak adanya jaminan sosial tenaga kerja yang pasti.

Baca lebih lanjut